Tanjung Bonai Aur, Jumat 17 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan budaya literasi dan kemampuan jurnalistik santri, Pondok Pesantren Tanboa Madani MN menggelar pelatihan teknik menulis berita yang disampaikan oleh Buya Rezki Aryendi, SH. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias sebagai bagian dari rangkaian orientasi dan pengembangan keterampilan santri.

Dalam pemaparannya, Buya Rezki Aryendi menjelaskan bahwa menulis berita merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki santri di era digital. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat kepada masyarakat melalui tulisan.

“Menulis adalah salah satu cara berdakwah. Melalui berita yang baik, santri dapat mendokumentasikan berbagai kegiatan positif pesantren sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan unsur-unsur berita 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How), teknik menentukan sudut pandang (angle) berita, penyusunan judul yang menarik, penulisan lead, hingga penyusunan isi berita dengan bahasa yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Pendekatan 5W+1H merupakan salah satu teknik dasar yang umum digunakan dalam pelatihan jurnalistik.

Selain penyampaian materi, para santri juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penulisan berita berdasarkan kegiatan yang mereka ikuti selama masa orientasi. Hasil tulisan kemudian dibahas bersama sebagai bahan evaluasi agar santri semakin memahami kaidah penulisan berita yang baik.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan santri yang memiliki kemampuan literasi, berpikir kritis, serta mampu menjadi kontributor informasi positif bagi pesantren dan masyarakat. Sejalan dengan perkembangan dunia digital, keterampilan membaca, berbicara, dan menulis menjadi bekal penting bagi santri untuk berdakwah melalui media secara bertanggung jawab.

Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Tanboa Madani MN terus berkomitmen membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu keislaman, tetapi juga cakap dalam komunikasi, literasi, dan jurnalistik sehingga mampu menjadi penyampai informasi yang amanah dan inspiratif. (Firman_f2)