Tanjung Bonai Aur, Sabtu 18 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti malam penutupan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) Pondok Pesantren Tanboa Madani MN. Prosesi penyalaan api unggun menjadi puncak kegiatan yang sarat makna, sekaligus menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan tekad para santri dalam menapaki perjalanan menuntut ilmu. Di tengah lingkaran santri yang berdiri rapi, kobaran api unggun menerangi malam dengan cahaya yang hangat. Momen tersebut bukan sekadar tradisi dalam kegiatan perkemahan, tetapi mengandung filosofi mendalam bahwa setiap santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat, menerangi lingkungan dengan ilmu, akhlak mulia, dan amal kebaikan. Dalam kegiatan kepramukaan, api unggun juga dimaknai sebagai simbol persatuan, keberanian, kebersamaan, serta sumber inspirasi bagi setiap peserta. Kakak Pembina Pramuka dalam amanatnya menyampaikan bahwa api yang menyala mengajarkan semangat yang tidak pernah padam dalam mencari ilmu, beribadah kepada Allah SWT, serta mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat. “Api unggun ini hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap santri harus mampu menjadi cahaya bagi sekitarnya. Semangat belajar jangan pernah redup, akhlak harus terus dijaga, dan persaudaraan yang telah terjalin selama Perjusami harus terus dipelihara,” pesannya. Prosesi api unggun berlangsung dengan penuh kekhidmatan yang dilanjutkan dengan penampilan kreativitas santri berupa pentas seni, pembacaan puisi, nasyid, serta yel-yel kepramukaan. Gelak tawa, tepuk tangan, dan kebersamaan mewarnai malam penutupan yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kegiatan Perjusami di Pondok Pesantren Tanboa Madani MN tidak hanya bertujuan melatih keterampilan kepramukaan, tetapi juga membentuk karakter santri yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan ukhuwah Islamiyah yang kuat. Dengan berakhirnya prosesi api unggun, seluruh rangkaian Perjusami resmi ditutup. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri menjadi generasi yang tangguh, berakhlakul karimah, dan siap memberikan manfaat bagi umat. (Firman_f2)