Tanboa Madani – Pondok Pesantren Tanboa Madani MN terus berupaya membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan muhadharah yang rutin dilaksanakan sebagai wadah latihan berbicara di depan umum.

Kegiatan muhadharah diikuti oleh seluruh santri secara bergiliran. Dalam setiap pelaksanaannya, santri diberikan kesempatan untuk tampil menyampaikan pidato, ceramah, kultum, maupun penyampaian materi keagamaan menggunakan bahasa Indonesia, Arab, ataupun Inggris sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pimpinan Pondok Pesantren Tanboa Madani MN, Firman Efendi, S.Pd.I, menyampaikan bahwa muhadharah merupakan salah satu program pembinaan karakter yang bertujuan melatih keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan Islam secara santun dan sistematis.

“Melalui muhadharah, santri dibiasakan untuk tampil di depan banyak orang sehingga mereka memiliki bekal menjadi pendakwah, pendidik, maupun pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain melatih kemampuan berbicara, kegiatan ini juga mengajarkan santri untuk menyusun materi secara runtut, menggunakan bahasa yang baik, serta mengelola ekspresi dan intonasi saat berbicara. Para pembina memberikan evaluasi dan masukan setelah setiap penampilan sehingga santri dapat terus memperbaiki kemampuan mereka.

Suasana muhadharah berlangsung penuh semangat. Santri saling memberikan dukungan kepada teman yang tampil, sehingga tercipta lingkungan belajar yang positif dan membangun rasa percaya diri.

Melalui pembiasaan ini, Pondok Pesantren Tanboa Madani MN berharap dapat melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki kemampuan komunikasi yang efektif sebagai bekal berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat. (F-2)