Tanboa, Senin 27 Juli 2026 – Suasana belajar yang khidmat tampak di Pondok Pesantren Tanboa Madani MN ketika para santri mengikuti pembelajaran kitab-kitab klasik (kitab kuning) yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebagai upaya memperkuat pemahaman santri terhadap ajaran Islam yang bersumber dari karya para ulama terdahulu.

Dalam pembelajaran tersebut, santri dibimbing oleh para ustaz untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti fikih, akidah, akhlak, tafsir, hadis, hingga ilmu nahwu dan sharaf. Metode pembelajaran dilakukan secara bertahap agar santri tidak hanya mampu membaca kitab berbahasa Arab tanpa harakat, tetapi juga memahami kandungan dan hikmah yang terdapat di dalamnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tanboa Madani MN menyampaikan bahwa pembelajaran kitab klasik merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan wawasan keilmuan santri. Melalui kajian kitab, santri diharapkan mampu memahami agama secara utuh, mengamalkan ajaran Islam dengan benar, serta memiliki sikap moderat dan bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Kitab-kitab klasik merupakan warisan intelektual ulama yang sangat berharga. Dengan mempelajarinya, santri tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memahami metode berpikir para ulama dalam menggali hukum dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat,” ujarnya.

Para santri  antusias mengikuti pembelajaran karena selain menambah pengetahuan agama, kegiatan tersebut juga melatih ketelitian, kesabaran, serta kemampuan memahami teks Arab klasik secara mendalam. Diskusi yang berlangsung selama pembelajaran membuat suasana belajar menjadi lebih aktif dan mendorong santri untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Melalui pembelajaran kitab klasik yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Pondok Pesantren Tanboa Madani MN berkomitmen mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjaga dan meneruskan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama dari generasi ke generasi. ( F-2 )