Belajar dari Embun

oleh Firman Efendi, S.Pd.I

Penyuluh Agama Islam KUA Sumpur Kudus

Rabu, 29 Juli 2026 – Pagi ini, embun masih setia menggantung di ujung daun. Butiran kecil yang bening memantulkan cahaya mentari yang perlahan muncul dari ufuk timur. Meski hanya sebentar, embun mampu menghadirkan kesejukan bagi alam dan memberi harapan baru bagi setiap makhluk yang menyambut pagi.

Begitulah kehidupan manusia. Tidak perlu selalu menjadi sesuatu yang besar untuk memberi manfaat. Seperti embun yang diam, ia tidak bersuara, namun kehadirannya membawa kesegaran. Senyum yang tulus, kata-kata yang lembut, dan perbuatan baik yang sederhana sering kali menjadi penyejuk bagi hati orang lain.

Embun juga mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini tidaklah abadi. Ketika matahari meninggi, embun pun menghilang. Demikian pula usia, kesempatan, dan waktu yang Allah titipkan kepada kita. Karena itu, jangan menunda berbuat baik. Gunakan setiap pagi sebagai awal untuk memperbaiki diri, memperbanyak syukur, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Semoga setiap embun yang turun mengingatkan kita bahwa rahmat Allah selalu hadir setiap hari. Tugas kita hanyalah membuka hati, mensyukuri nikmat-Nya, dan memulai hari dengan niat yang ikhlas agar setiap langkah bernilai ibadah. ( F-2 )